Senin, 06 Mei 2013

Perilaku Konsumen


Yang dimaksud konsumen yaitu orang yang memakai atau menggunakan barang/jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuannya untuk menjual kembali, maka dia disebut sebagai pengecer atau distributor.

Sedangkan Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional dan Irrasional.

Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen
Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

Faktor-faktor yang paling mempengaruhi perilaku konsumen Indonesia

Dalam buku Marketing Management: Twelfth Edition oleh Philip Kolter dan Kevin Lane Keller pada tahun 2006, perilaku pembelian konsumen sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya.

-          Faktor budaya
Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar.Anak-anak yang sedang tumbuh mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lainnya.
Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, suku, agama, ras, kelompok bagi para anggotanya. Ketika sub-budaya menjadi besar dan cukup makmur, perusahaan akan sering merancang program pemasaran yang cermat disana.


-          Faktor Sosial
Selain faktor budaya, perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga, peran, dan status sosial. Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut.
Keluarga meruapkan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh.
Peran dan status sosial seseorang menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan status.
Contoh, seorang yang memiliki peran sebagai manajer dan status yang lebih tinggi dari pegawai kantor, dimana ia juga memiliki banyak keluarga dan anak, tentu ia akan tertarik dengan produk mobil dari Toyota, karena ada kesesuaian antara kebutuhan dan keunggulan Toyota sebagai mobil keluarga ideal terbaik Indonesia, ia bahkan juga bisa membeli pakaian mahal dan juga keluarganya, membeli rumah besar untuk keluarganya dan lain-lain.

-          Faktor Pribadi
Keputusan membeli juga di pengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan 

Perilaku Produsen


Produsen adalah orang atau suatu badan perusahaan yang berperan dalam menaikan nilai guna suatu barang atau jasa sehingga dapat menghasikan barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sedangkan Produksi adalah kegiatan mengubah suatu bahan baku atau sumber daya alam menjadi suatu barang yang dapat berguna bagi konsumen sehingga menaikkan nilai jual dan guna barang tersebut, atau sumber daya manusia yang dapat menjadi suatu jasa yang dapat berguna bagi konsumen sehingga menghasilkan nilai jual dan guna jasa tersebut.
Dalam kegiatan produksi terdapat skema produksi seperti pada gambar diatas. Skema yang pertama adalah bahan input apa yang akan di proses, setelah input selesai maka terjadi proses perubahan bentuk atau perubahan nilai guna barang atau jasa, setelah proses selesai kemudian akan muncul outputnya yaitu suatu barang atau jasa yang bisa dijual atau dipasarkan kepada distributor untuk didistribusikan kepada konsumen atau dari produsen langsung didistribusikan kepada konsumennya.

Seperti dalam produksi Air minum dalam kemasan atau Air mineral yang diproduksi oleh sebuah perusahaan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yaitu Aqua . Perusahaan tersebut mengambil air dari mata air murni di Babakan Pari, Gunung Salak. Kemudian mereka proses mata air tersebut dengan langkah-langkah yang telah menjadi prosedur perusahaan tersebut agar kualitas air menjadi lebih layak untuk dikonsumsi. Setelah proses selesai lalu keluarlah outputnya atau hasil dari proses tersebut yaitu air mineral dalam kemasan yang siap didistribusikan ke konsumen dan distributor. Namun dalam perilaku produsen, tidak hanya skema diatas yang dijalani tetapi banyak proses lain yang harus dijalani agar tercapai tujuan dari perusahaan tersebut, antara lain menghitung berapa maksimal barang yang dapat dihasilkan atau diproduksi dengan biaya seminimal mungkin sehingga terjadi keuntungan maksimal dalam perusahaan.

Contoh perilaku produsen :

1.            Produsen mencari keuntungan dengan menghasilkan barang atau jasa sebanyak-banyaknya dengan modal yang seminimum mungkin.
2.            Produsen memberikan Diskon kepada pembeli atau konsumen yang membeli barang dalam jumlah yang banyak yang telah diakantentukan produsen itu sendiri.
3.            Produsen mematok biaya produksi berdasarkan faktor input produksi tersebut, sehingga ketika harga salah satu faktor input naik, maka harga jual hasil produksi pun akan ikut naik.
4.            Selain produsen menghasilkan barang atau jasa sesuai kebutuhan konsumen, produsen juga menghasilkan barang atau jasa sesuai trend atau sesuatu yang sedang banyak diminati oleh masyarakat.
5.            Produsen juga mengadaptasi isu global atau keadaan sosial yang sedang terkenal saat itu untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka jual.
6.            Produsen juga memberikan diskon besar-besaran untuk barang yang sudah lama disimpan di gudang atau biasa disebut cuci gudang.

Perilaku produsen dilakukan semata-mata agar tidak merugikan produsen namun juga tidak memberatkan konsumen. Dengan demikian daya konsumsi akan stabil karena antara konsumen maupun produsen sama-sama saling membutuhkan.

Perilaku produsen dalam kegiatan perekonomian :
  • Bagi Masyarakat : Tanggung jawab sosial produsen kepada masyarakat.
  • Bagi Pemerintah : Produsen merupakan partner untuk menjalankan tugas pemerintah dalam mewujudkan tatanan masyarakat.
 Perilaku produsen dalam kegiatan produksi :
  • Perencanaan : Faktual dan realistis, logis dan rasional, fleksibel, komitmen,komprehensi.
  • Pengorganisasian : Dalam pengorganisasian ini rencana dilakukan dalam sebuah dengan cara mengkoordinasi.
  • Pengarahan : Suatu cara agar produsen bisa melakukan rencana dengan baik atau rencana bsa terwujud.
  • Pengendalian : Proses pengontrolan yang dilakukan oleh produsen.

Senin, 19 November 2012

Tugas TEORUM ( 3 Soal Essai )


1.      Apa yang dimaksud dengan Organisasi Kemsyarakatan?
   Organisasi Kemasyarakatan adalah organisai yang dibentuk oleh anggota masyarakat warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi , agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

2.      Sebutkan Jalur Pembentukan Organisasi Kemasyarakatan !
-          Jalur keagamaan
-          Jalur Profesi
-          Jalur Kepemudaan
-          Jalur Kemahasiswaan
-          Jalur Kepartaian dan Kekaryaan

3.      Sebutkan Macam-macam Organisasi menurut wilayahnya !
-          Organisasi Regional
-          Organisasi Nasional
-          Organisasi Daerah
-          Organisasi Internasional


Tugas TEORUM ( 3 Soal Pilihan Ganda )


1.      Dibawah ini contoh Organisasi Niaga Swasta, kecuali :
a.       Firma
b.      Perseroan Terbatas
c.       CV
d.      Perum
2.      Kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok secara sadar   dikoordinasikan guna tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, sehingga orang-orang yang tergabung dalam kelompok itu mempunyai stuktur yang jelas. Penjelasan diatas merupakan pengertian dari :
a.       Organisasi Formal
b.      Organisasi Jamak
c.       Organisasi Informal
d.      Organisasi Tunggal
3.      Pengertian dari Satuan Organisasi Lanjutan adalah…
a.       Satuan organisasi yang ada langsung dibawah pucuk pimpinan.
b.      Satuan organisasi yang langsung ada dibawah satuan organisasi utama.
c.       Satuan organisasi yang ada langsung dibawah sub satuan organisasi lanjutan.
            d.   Satuan organisasi yang ada langsung dibawah satuan organisasi lanjutan.

Minggu, 04 November 2012

MACAM-MACAM ORGANISASI MENURUT LUAS WILAYAH


Menurut wilayahnya, organisasi dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu organisasi daerah, organisasi nasional, organisasi regional dan organisasi internasional.

Organisasi Daerah
Organisasi yang luas wilayahnya meliputi suatu wilayah atau daerah tertentu. Luas wilayah ditentukan dengan pembagian wilayah yang berlaku pada suatu Negara. Misalnya PT Industri Sandang I dan PT Industri Sandang 2 yang berada di daerah barat dan timur.

Organisasi Nasional
Organisasi yang luas wilayahnya meliputi seluruh wilayah dalam suatu Negara. Indonesia misalnua, pemerintah pusat, organisasi kepartaian dan kekaryaan, organisasi-organisasi yang dibentuk oleh pemerintah, organisasi kepemudaan.

Organisasi Regional
Organisas yang wilayahnya meliputi beberapa Negara tertentu saja. Organisasi regional melahirkan kerjasama menurut kawasan. Lahirnya organisasi regional karena adanya kesamaan dalam suatu kawasan. Dibawah ini adalah contoh-contoh organisasi regional :
1)      Association of South Easth Asian Nations (ASEAN), merupakan organisasi regional di kawasan Asia Tenggara yang bertujuan untuk mengadakan kerjasama regional dalam bidang ekonomi, politik, dan kebudayaan.
2)      League of Arab States, yang lebih dikenal dengan Liga Arab didirikan oleh Negara-negara Arab, seperti Mesir, Syra, Libanon, Saudi Arabia, Irak, Yaman dan lainnya.
3)      South Pasifik Forum (SPF), merupakan organisasi kerjasama regional Megara-negara di kawasan Pasifik Selatan.

Organisasi Internasional
Orgnaisasi yang anggotanya meliputi Negara-negara di dunia (United Nations Organitation- UNO) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Disalam PBB terdapat badan-badan yang membantu Dewan Ekonomi Sosial, seperti
-          Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organitations-WHO)
-          Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF)

ORGANISASI SOASIAL ATAU ORGANISASI KEMASYARAKATAN


Pembinaan dan Wadah Organisasi Kemasyarakatan
Pengaturan dan Pembinaan terhadapn organisasi kemasyarakatan diarahkan kepada pencapaian dua sasaran pokok, yaotu sebagai berikut :
1)      Terwujudnya Organisasi Kemasyarakatan yang mampu memberikan pendidikan kepada masyarakat warganegara Republik Indonesia
2)      Terwujudnya organisasi kemasyarakatan yang mandiri dan mampu berperan secara berdaya guna sebagai srana untuk berserikat atau berorganisai bagi masyarakat warganegara Republik Indonesia guna menyalurkam aspirasi dalam pembangunan nasional.
Kemudian dijelaskan lebih lanjut bahwa dengan tidak mengurangi kebebasan untuk lebih berperan dalam melaksanakan fungsinya, organisasi kemasyarakatan berhimpun dalam satu wadah pembinaan dan pengembangan yang sejenis sesuai dengan kesamaan kebiasaan.

Fungsi Organisasi Kemasyarakatan
Fungsi organisasi kemasyarakatan sebagai berikut:
1)      Wadah penyalur kegiatan sesuai kepentingan anggota nya.
2)      Wadah pembinaan dan pengembangan anggotanya dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi.
3)      Wadah peran serta dalam usaha menyukseskan pembangunan nasional.
4)      Sebagai sarana penyalur aspirasi anggota dan sebagai sarana komunikasi social timbal-balik antar anggota dan/atau arntar-organisasi kemasyarakatan.

Jalur Pembentukan Organisasi Kemasyarakatan
Organisasi kemasyarakatan dapat dibentuk melalui berbagai macam jalur, antara lain,
1)      Jalur keagamaan, misalnya
-          Majelis Ulama Indonesia
-          Konferensi Wali Gereja Indonesia
2)      Jalur Profesi, misalnya
-          Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
-          Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
3)      Jalur Kepemudaan, misalnya
-          Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
4)      Jalur Kemahasiswaan, misalnya
5)      Jalur Kepartaian dan Kekaryaan

Jalur Pembentukan institusi adalah jalur pembentukan untuk setiap jenis institusi/organisasi formal, informal, non formal.

ORGANISASI SOASIAL ATAU ORGANISASI KEMASYARAKATAN


Pengertian dan ciri-ciri Organisasi Masyarakat

Yang dimaksud dengan organisasi kemasyarakatan adalah organisai kemasyarakatan seperti yang dimaksud didalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 1 Undang-undang Nomor 8 memberikan pengertian bahwa yang dimaksud dengan Organisai Kemasyarakatan adalah organisai yang dibentuk oleh anggota masyarakat warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi , agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Selanjutnya dijelaskan bahwa organisasi atau perhimpunan yang dibentuk secara sukarela oleh anggota masyarakat warga Negara republic Indonesia yang beranggotakan terdiri dari warga Republik Indonesia dan warga Negara asing, termasuk dalam pengertian Organisasi Kemasyarakatan, dan oleh karena nya tunduk kepada ketentuan-ketentuan Undang-undang nomor 8 tahun 1985.

Sedang organisasi atau perhimpunan yang dibentuk oleh pemerintah, seperti Pramuka, Korps Pegawai Republik Indonesia, dan lain sebagainya, serta organisasi atau perhimpunan yang dibentuk oleh anggota masyarakat warga Negara Republik Indonesia yang bergerak dalam bidang perekonomian seperti Koperasi, Perseroan Terbatas, dan lain sebagainya, tidak termasuk dalam pengertian Organisasi Kemasyarakatan.