Jumat, 18 April 2014

Bibliografi

Bibliografi

Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku.Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya

a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap
b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun
terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman)   
buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan    tahun.

Penyusunan Bibliografi

a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

Jenis-Jenis Bibliografi

Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
·                     Bibliogrfi deskriptif:
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak 
 yang tertulis.
·                     Bibliografi evaluatif: 
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.


Cakupan Bibliografi

Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
·                     Bibliografi retrospektif :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. 
Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
·                     Bibliografi terkini/current :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini.
Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
·                     Bibliografi selektif
yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu.
Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
·                     Bibliografi subjek :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
·                     Biliografi nasional :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai
pertimbangan antara lain :
• Permintaan pengguna
• Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
• Dokumentasi koleksi yang dimiliki
• Mandat instansi


Bagian-bagian Bibliografi

Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
∼ Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
∼ Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
∼ Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
∼ Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
∼ Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
∼ Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak
∼ Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya

Manfaat Bibliografi

Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
∼ Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
∼ Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
∼ Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
∼ Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
∼ Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
∼ Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.


Sabtu, 22 Maret 2014

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 1 ( Kutipan dan Catatan Kaki )

1. Definisi Kutipan dan Catatan Kaki

Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, atau menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.


2. Perbedaan Kutipan dan Catatan Kaki


Cara Penulisan Kutipan :
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

Jenis – Jenis Kutipan :
- Kutipan Langsung.
- Kutipan Tidak Langsung.
- Kutipan pada catatan kaki.
- Kutipan atas ucapan lisan.
- Kutipan dalam kutipan.
- Kutipan langsung dalam materi
Tujuan Kutipan : 

a. Sebagai landasan teori
b. Untuk meperkuat pendapat dari penulis
c. Sebagai penjelasan suatu uraian
d. Sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
e. Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
f. Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
g. Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
h. Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan
i. Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
j. Meningkatkan estetika penulisan.
k. Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan 
naskah yang terkait dengan data pustaka.

Jenis-Jenis Catatan kaki :
a. Penunjuk sumber (referensi).
b. Catatan penjelas, adalah catatan kakai yang dibuat dengan tujuan untuk membatasi suatu
pengertian, atau menerangkan dan memebri komentar terhadap suatu pernyataan.
c. Gabungan penunjukan sumber dan catatan penjelas, jenis ini berupa gabungan antara 
penunjukan sumber dan catatan penjelas.

Tujuan Catatan kaki :
a. Menyusun pembuktian.
Semua dalil atau penyataan yang penting, yang bukan merupakan pengetahuan umum harus 
didukung oleh pembuktian-pembuktian.
b. Menyatakan hutang budi.
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimaksudkan pula untuk menyatakan hutang budi 
kepada pengarang yang dikutip pendapatnya itu, dengan menyebut nama pengrang yang 
dikutip pendapatnya itu.
c. Menyatakan keterangan tambahan.
Catatan kaki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahab untuk uraian, bias berupa inti
atau sari, uraian teknis, materi penjelasan.
d. Merujuk bagian lain teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain 
dari tulisan itu, misalnya penulis member catatan agar pembaca melihat atau memeriksa uraian 
pada halaman sebelumnya.

3. Contoh Kutipan dan Catatan Kaki dalam Novel :

Novel 1 : “Rain Over Me”



















Contoh Kutipan :


















Contoh Catatan Kaki :


















Novel 2 : “Heaven Earth”

Contoh Kutipan :



















Contoh Catatan Kaki :



















Novel 2 : “I Can Feel You Oppa”





















Contoh Catatan Kaki :



Rabu, 23 Oktober 2013

Kesimpulan Hasil Mengkomparasi


KESIMPULAN

Dari ketiga novel yang telah kami baca, ada beberapa perbedaan yang membedakan novel satu dengan lainnya. Para penulis novel memiliki cara tersendiri dalam penulisan novel mereka masing-masing. Mereka tidak terlalu menekankan unsur-unsur yang seharusnya terdapat pada sebuah novel, karena menurut mereka dengan menulis apa yang ingin mereka tulis saja sudah menjadikan suatu karya yang tidak dimiliki banyak orang dan dapat pula  mengembangkan bakat menulis mereka.

Tidak semua penulis tahu akan unsur-unsur yang seharusnya ada dalam sebuah novel atau buku. Masih ada beberapa penulis yang tidak tahu akan Tata Cara Penulisan Novel yang baik. Dan ada pula beberapa novel yang tidak memiliki catatan kaki, sehingga pembaca pun sulit mengerti akan kata-kata yang terdapat pada novel tersebut. Jarang sekali penulis novel yang menggunakan daftar pustaka pada akhir pembahasannya.

Seharusnya para penulis lebih menekankan unsur-unsur yang seharusnya ada pada sebuah novel, sehingga para pembaca pun akan lebih tahu dan mengerti tentang apa yang mereka curahkan dalam tulisannya. Dan para pembaca tidak merasa kecewa akan karya yang mereka buat.

 

Selasa, 22 Oktober 2013

Tulisan Berdasarkan Artikel

Bencana Alam tidak hanya berimbas pada manusia dan harta benda saja. Walaupun binatang memiliki kekmampuan untuk mendeteksi gejala alam seperti tsunami dan letusan gunung, namun bukan berarti mereka tidak terancam. Seringkali populasi serta ekosistem hewan turut menjadi korban bencana.

Indonesia menjadi Negara yang mengalami efek terparah dari gempa dahsyat dan tsunami tahun 2004 lalu. Dampak tersebut juga terlihat dari rusaknya ekosstem disekitar pantai, terumbu karang, hutan bakau, lahan basah bahkan hingga sekitar hutan dan kawasan pertanian.

Tidak hanya negara Indonesia saja, negara lain seperti Amerika serikat juga mengalami hal serupa. Saat terjadi badai Katrina pada tahun 2005 lalu, puluhan ribu hewan terancam nyawanya. Hewan-hewan terjebak dalam situasi badai dan banjir. Untuk menyelamatkan mereka, dibentuklah tim khusus penyelamatan hewan. Sekitar 10 ribu hewan berhasil diselamatkan. Namun banyak pula yang mati karena tenggelan ataupun kelaparan. Tidak hanya itu, bencana tersebut juga merusak ekosistem alam. Hewan yang hidup bebas seperti rusa serta ribuan ternak mati. Sedangkan yang selamat tidak bisa kembali ke habitatnyakarena telah rusak parah.